Pendayagunaan Potensi Desa Cagar Budaya Sebagai Desa Tujuan Wisata di Sentajo Kuantan Singingi

Yohannes Firzal
Oktober 2018

Tim Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau menggelar tema diskusi terbuka dalam rangka mempromosikan desa cagar budaya “Koto Sentajo” sebagai destinasi wisata unggulan yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi. Diskusi dihadiri sekitar 50 orang yang diwakili oleh aparatur desa, warga koto sentajo, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), pemuda setempat dan mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Godang suku Patopang yang berada di kawasan cagar budaya pada Minggu (16/09/2018) dibuka oleh Kepala Desa Koto Sentajo dan dihadiri perangkat aparatur desa, masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) setempat. Kawasan Koto Sentajo dianggap sebagai kawasan cagar budaya. Hal ini terlihat dari gapura ketika kita hendak memasuki kawasan tersebut ironisnya dalam diskusi tersebut disampaikan oleh aparatur desa, belum ada legalitas dari pemerintah kabupaten maupun pusat yang menyatakan kawasan tersebut telah menjadi kawasan cagar budaya.  

Secara langsung edukasi kepada warga perlu dipersiapkan dalam mewujudkan Koto Sentajo sebagai destinasi unggulan wisata. Selain pemeliharaan kebersihan, kesiapan warga untuk terbuka dengan budaya turis.Pentingnya tour guide dapat menjadi jembatan kesuksesan rencana tersebut untuk itu tim mengajak generasi muda untuk aktif mempersiapkan diri selain mempromosikan cagar budaya ini melalui media sosial. Diakhir kegiatan dilakukan penyerahan 27 papan nama rumah godang kepada Kepala Desa Koto Sentajo Heprianto sekaligus pemasangan papan nama Rumah Godang suku Patopang secara simbolis tempat berlangsungnya diskusi. Pembuatan peta kawasan Koto Sentajo yang kemudian diberikan kepada masyarakat diwakili oleh Kepala desa Kenegerian Koto Sentajo. Pemasangan peta koto sentajo diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat setempat.

(2)

Related Articles

Leave a Reply

Close