Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Bahan Pembuatan Kompos di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau

Rr. Sri Catur
18 Oktober 2018

Desa Sukajadi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau memiliki sebagian besar penduduk berprofesi sebagai petani padi ladang. Masyarakat di desa tersebut umumnya membakar jerami padi yang merupakan limbah hasil panen padi dan merupakan aktifitas yang tidak ramah lingkungan karena hal tersebut menimbulkan pencemaran udara, mengurangi ketersediaan bahan organik, dan membunuh mikroba tanah yang menguntungkan di lapisan top soil. Oleh karena itu Universitas Riau melaksanakan pengabdian dengan tema pembuatan kompos dari bahan jerami padi. Apalagi di desa tersebut terdapat masa bera yang cukup lama diantaranya satu musim tanam sehingga masa tersebut cocok digunakan untuk membuat kompos.

Pembuatan contoh kompos dilakukan di KOMPOS, FMIPA, Universitas Riau mulai bulan 20 Juni -3 Agustus 2018. Kegitan pengabdian di lapangan dilakukan pada 4 Agustus hingga pertengahan September 2018. Pengabdian dilakukan di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Peserta sosialisasi adalah kelompok tani di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Provinsi Riau. Bahan utama yang digunakan adalah jerami padi yang merupakan limbah panen padi ditambah dengan bahan sebagai sumber N seperti pupuk kandang, dan limbah ikan dengan rasio 4:2:4 (P1), 5:2:3 (P2); 6:2:2 (P3). Bioaktivator Beka digunakan mengoptimalkan pengomposannya. Pemberian Beka dilakukan pada semua perlakuan pada awal sesuai dengan petunjuk dari pabrik. Selanjutnya ditambahkan Beka pada separuh perlakuan 2 (P2B) dan perlakuan 3 (P3B) secukupnya. Kompos dengan proporsi bahan yang menghasilkan kualitas terbaik disosialisasikan kepada petani di Desa Sukajadi, Kecmatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Kualitas kompos diuji di Klinik Perkebunan PT Central Alam Resources Lestari, Pekanbaru, Riau.

Kualitas kompos terbaik dihasilkan pada perlakuan P1 dengan proporsi 4:2:4 dimana semua parameter uji sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Acara sosialisasi dan praktek diikuti kelompok tani yang ada di Desa Sukajadi dengan penuh antusias dari para peserta. Hal tersebut diharapkan berpengaruh positif terhadap para peserta karena pengetahuan dan wawasan tentang pembuatan kompos dapat membantu untuk mengurangi pencemar limbah jerami yang biasanya dibakar serta memperbaiki struktur tanah sawah. Penggunaan pupuk kompos ini lebih ramah lingkungan dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas padi, sehingga petani dapat menanam padi secara berkelanjutan.

(12)

Related Articles

Leave a Reply

Close